ULUMANDA MENGGUGAT

MAJENE, KOMPAS.com - Bosan menunggu perbaikan jalan yang dijanjikan Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh selama dua periode kepemimpinanya, ratusan warga yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Ulumanda, Majene, Sulawesi Barat nekat memblokade jalan Trans Sulawesi sambil membakar ban bekas. Akibat blokade jalan yang dimulai sejak Minggu (28/10/2012) ini, ribuan kendaraan lintas provinsi terpaksa dialihkan melalui jalan desa yang rusak.
Para pengunjuk rasa yang mengaku pendukung gubernur Sulbar ketika pilkada lalu menyatakan, Anwar saat kampanye dulu menjanjikan akan membuka dan memperbaiki jalan lintas kabu
paten sepanjang 50 kilometer lebih yang menghubungkan Majene dan Kabupaten Mamasa. Namun hingga menjelang akhir masa kepemimpinannya yang kedua kali, janji Anwar tak kunjung dibuktikan. Warga menyatakan baru akan menghentikan aksi mereka sampai gubernur menyatakan komitmen nyata untuk mewujudkan janji-janji politiknya.
Hartono, koordinator aksi menyatakan, sejak puluhan tahun potensi ekonomi warga tak bisa maksimal lantaran akses jalan sepanjang 50 kilometer yang terbentang dari Majene hingga Mamasa hingga kini tak bisa dilalui kendaraan karena kondisinya rusak parah.
Sementara itu, Bupati Majene Kalma Katta selaku pembantu gubernur yang menemui para pengunjuk rasa menyatakan tak berwenang memutuskan tuntutan warga. Alasannya jalan lintas kabupaten adalah kewenagan gubernur Sulawesi Barat. Namun Kalma berjanji akan membantu perjuangan warga.
Kalma sendiri berjanji pihaknya akan menganggarkan dana sampai Rp 10 miliar di APBD 2013 untuk perbaikan jalan-jalan desa di sepanjang jalur Trans Sulawesi. Dia berharap perbaikan jalan desa bisa lebih mendorong dan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat di sepanjang jalur ini.
"Saya sangat memahami tuntutan masyarakat Ulumanda, hanya saja kewenangan ini ada pada pemerintah provinsi, namun demikian kami akan berusaha membantu untuk menganggarkan sekitar 10 miliar untuk perbaikan jalan dari Salotambung sampai Urekang melalui APBD 2013," terang Kalma Katta.
Warga akhirnya bersedia membuka akses jalan setelah Kalma Katta berjanji akan mengupayakan aspirasi warga.

Editor :
Farid Assifa